Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru

Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru - Gunung Semeru atau Gunung Meru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini terbentuk akibat penunjaman lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Gunung Semeru terletak di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Ini adalah gunung berapi berbentuk kerucut. Salah satu gunung favorit para pendaki Indonesia.

Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru

Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru sering menjadi dambaan para pendaki, tanpa memandang usia dan daerah asal. Terutama saat liburan.

Tidak hanya memiliki panorama yang indah, Semeru juga memiliki banyak sekali keistimewaan lainnya yang kerap menjadi tujuan wisata alam terpopuler di Pulau Jawa. Apakah itu?

1. Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo merupakan danau air tawar yang begitu dingin sehingga memberikan kesan tersendiri bagi para pendaki yang bermalam disana. Danau ini berada di ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut.

2. Sabana

Sabana adalah hamparan yang indah, ketika cuaca cerah, rumput yang mekar di sabana biasanya berwarna kuning keemasan.

3. Kali Mati

Kali Mati merupakan lembah yang menjadi tempat terakhir para pendaki sebelum menuju Puncak Mahameru.

Disebut Kali Mati karena konon titik pendakiannya dulunya merupakan sungai yang airnya melimpah dan jernih. Namun, sekarang sudah kering. Di lokasi pendakian terakhir ini, para pendaki Gunung Semeru yang meninggal biasanya dihormati.

4. Arcopodo

Arcopodo berbatasan dengan zona vegetasi antara Kali Mati dan Puncak Mahameru. Di sana, konon ada dua patung bersejarah, makanya diberi nama Arcopodo. Pendaki juga banyak yang menghembuskan nafas terakhir karena kelelahan dan kedinginan.

5. Mahameru

Mahameru adalah nama puncak Gunung Semeru. Di sana, nisan Soe Hok Gie, aktivis era Sukarno dan anggota Mapala UI, dimakamkan di sana. Kawah Gunung Semeru disebut Jonggring.

Pendakian dari Kali Mati ke Mahameru biasanya memakan waktu setidaknya enam jam. Sepanjang pendakian, pendaki akan disuguhi semburan abu dari kawah Jongring yang terkadang menyimpan kerikil panas.


Pada tanggal 4 Desember 2021 pukul 15.10 WIB, Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas menuju Besuk Kobokan, desa Sapiturang, Provinsi Pronojiwo. Lava jatuh menempuh jarak geser 500 sampai 800 m, dan pusat jatuhnya adalah 500 m di bawah kawah. Sedangkan gempa vulkanik terkait letusan, longsoran dan badai asap terjadi dari kawah 54 kali gempa atau letusan, 4 kali gempa karena longsor, dan 18 kali gempa karena badai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, puluhan warga terkena luka bakar disebabkan terkena awan panas akibat letusan Gunung Semeru. Mereka segera dibawa ke Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Lumajang.

Petugas dan relawan gabungan TNI-Polri dan BPBD masih mengevakuasi warga dan untuk saat ini titik evakuasi difokuskan di kantor kecamatan Candipuro dan Pronojiwo serta kantor desa terdekat.

Letusan Gunung Semeru juga mematikan listrik untuk 30.523 pelanggan PLN di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur mencatat ada 112 gardu induk di Pronojiwo Feeder yang terkena dampak langsung ledakan Semeru. 112 gardu induk ini merupakan bagian dari PLN ULP Tempeh.

Gunung Semeru sering meletus sejak tahun 1967. Dalam 53 tahun terakhir, Semeru hanya melakukan 4 kali istirahat pendek, masing-masing hanya beberapa bulan.

Terkait Gunung Semeru yang meletus hari ini, masyarakat juga diminta mewaspadai awan panas longsoran, longsoran lahar, dan sungai-sungai di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.



Posting Komentar untuk "Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru"