Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 1

Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 1 - Masyarakat saat ini lebih menyukai metode hidroponik. Untuk mengetahui bagaimana cara bercocok tanam Hidroponik, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu hidroponik? 

Hidroponik adalah metode menanam tanaman yang mengurangi penggunaan lahan. Secara teori, tanaman tidak membutuhkan tanah, mereka hanya membutuhkan mineral di dalam tanah. Selama bercocok tanam hidroponik, mineral dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman digantikan oleh kulit kayu/arang dan vitamin tambahan lainnya. 

Hidroponik merupakan budidaya sayuran yang paling cocok untuk lahan yang minim. Hidroponik sangat cocok untuk anda yang tinggal di perkotaan, karena anda masih bisa bercocok tanam dengan menggunakan lahan yang anda miliki.

Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 1

Hidroponik

Sebagian besar orang dalam situasi epidemi saat ini mempraktikkan aktivitas mereka di rumah. Anda dapat menghabiskan waktu di rumah bereksperimen dengan hidroponik. 

Selain mempercantik rumah, Anda juga bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dengan menanam dan merawat tanaman. Berikut adalah beberapa fakta dasar tentang cara menanam tanaman hidroponik.

Ada banyak metode hidroponik yang bisa digunakan di rumah, mulai dari yang bisa digunakan di lahan minim hingga yang biasa digunakan di lahan pertanian. Berikut kami rangkum 10 metode hidroponik, beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing metode:

1. Wick System Atau Sistem Sumbu

Metode sumbu untuk hidroponik adalah metode yang cukup sederhana. Dengan cara ini, nutrisi dilewatkan melalui sumbu. Sumbu biasanya terbuat dari kain flanel atau bahan lain yang mudah menyerap air. 

Dalam sistem sumbu media tumbuh yang digunakan adalah rockwool, perlit, kerikil, vermikulit, hidroton, sekam bakar, dan cocopit. Ada banyak keuntungan menggunakan metode ini.

  • Proses manufaktur yang tidak memerlukan mesin
  • Suplai vitamin secara teratur
  • Biaya perawatan rendah
  • Biaya produksi dan pemasangan yang lebih rendah

Namun kekurangan dari cara ini adalah jumlah vitamin yang masuk lebih banyak, namun harus memperhatikan ketersediaan jumlah air agar tidak lebih/kurang dari minimal.

2. Water Culture System Atau Sistem Rakit Apung

Cara ini mudah digunakan, dan bisa dibuat dengan menggunakan peralatan rumah tangga. Bagaimana cara menanam sistem rakit apung? Masukkan tanaman ke dalam busa, masukkan ke dalam wadah berisi air yang sudah mengandung nutrisi dan vitamin yang diperlukan. Sirkulasi oksigen diperoleh dari AC / batu udara / pompa oksigen. Keuntungan dari sistem ini adalah:

  • Tumbuhan terus mendapatkan air
  • Menyediakan pasokan air
  • Perawatannya sangat mudah, karena tidak perlu disiram secara rutin
  • Biaya produksi rendah

Pada saat yang sama, beberapa kelemahan dari penerapan sistem rakit apung adalah bahwa akar tanaman lebih sensitif terhadap bau, dan akan sulit untuk membantu tanaman dengan oksigen jika tidak didukung pendingin ruangan.

3. Nutrient Film Technique Atau Sistem NFT

Sistem NFT ini sangat populer di Indonesia, sebagian besar petani menggunakan metode ini dalam hidroponik. Masih sulitnya menemukan lokasi NFT di Indonesia, karena petani Indonesia biasanya menggunakan pipa PVC untuk rumah mereka. 

Di sisi lain, tangki penyimpanan biasanya menggunakan ember atau tangki besar, dan pompa biasanya menggunakan selang akuarium untuk mengeluarkan nutrisi dan mengeluarkan vitamin dan nutrisi. Beberapa keuntungan dari metode NFT adalah:

  • Tanaman dapat menerima pasokan nutrisi, air, dan oksigen secara konstan, karena air terus mengalir ke dalam tanaman.
  • Menyediakan pasokan air
  • Tidak perlu pemurnian air

Namun, metode ini memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah risiko penularan penyakit ke tanaman dan biaya produksi yang mahal yang tergantung pada listrik.

4. Ebb And Blow System Atau Sistem Pasang Surut

Metode sistem saat ini adalah metode hidroponik yang menggunakan pasang surut air untuk menyediakan nutrisi dan oksigen bagi tanaman. Metode ini menggunakan rise stage sebagai metode irigasi. 

Saat air surut, tanaman akan dibanjiri nutrisi, vitamin, dan air. Kemudian pada tahap regresi, karena air umpan akan berkurang, maka akan mengalir ke tangki. Metode ini memiliki sejumlah keunggulan, khususnya:

  • Hemat listrik, tidak perlu menjalankan pompa terus menerus
  • Perawatan yang baik akan memungkinkan tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih baik
  • Biaya produksi lebih murah daripada metode NFT

Namun banyak kekurangan dari metode ini, terutama tingkat kesulitan membangun hidroponik jenis ini sangat tinggi dan lebih boros air.

5. Drip Irrigation System Atau Sistem Tetes

Sistem irigasi tetes juga dikenal sebagai drip irrigation system, digunakan untuk meneteskan nutrisi sementara ke tanaman. Timer diatur sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. 

Penerapan metode tetes umumnya membutuhkan lahan yang luas, kecuali hanya tanaman besar seperti umbi-umbian atau buah-buahan yang cocok untuk metode ini. Ada beberapa keuntungan dari metode ini, khususnya:

  • Nutrisi menetes langsung ke akar tanaman
  • Akar tanaman mendapatkan oksigen yang cukup karena akar tidak terisi air, sehingga tanaman kecil kemungkinannya untuk membusuk.
  • Tidak perlu wadah makanan/cairan
  • Kemungkinan gagal panen rendah

Sementara itu, salah satu kelemahan budidaya sistem irigasi tetes adalah tidak semua akar tanaman terkena unsur hara, apalagi jika lingkungan budidaya licin, dan akar bagian lain mungkin kesulitan memperoleh unsur hara.

Posting Komentar untuk "Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 1"