Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 2

Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 2 - Pada pembahasan sebelumnya, kami sudah menjelaskan beberapa cara bercocok tanam hidroponik. Kali ini kami akan melanjutkan metode budidaya pertanian dengan cara Hidroponik. 

Berikut lanjutan cara Hidroponik beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing metode : 

6. Sistem Aeroponik

Aeroponik adalah metode hidroponik yang menyemprotkan nutrisi tanaman melalui kabut sehingga langsung mencapai akar tanaman. 

Sistem ini mengandalkan media tumbuh untuk akar yang ditransplantasikan akan digantung sehingga dapat menyerap kabut nutrisi yang mengalir melaluinya. Cara ini sangat nyaman digunakan jika Anda memiliki pekarangan yang sempit. 

Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 2

Hidroponik

Beberapa keuntungan dari metode ini adalah:

  • Menghemat lebih banyak lahan daripada sistem lain
  • Kurangi penggunaan air
  • Akar tanaman cenderung tidak membusuk

Kekurangan dari cara ini adalah tidak semua tanaman cocok untuk budidaya dengan cara ini, hanya tanaman seperti selada, kubis dan bayam. Selain itu, biaya pembuatan metode ini juga sangat mahal.

7. Sistem Gelembung Atau Deep Water Culture

Metode gelembung adalah salah satu metode budidaya hidroponik yang memanfatkan gelembung air dari air stone. Metode ini digunakan untuk menumbuhkan tanaman yang mengapung di atas larutan nutrisi. 

Larutan nutrisi ini berguna untuk mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Cara ini biasanya digunakan pada tahap awal karena terbukti dapat mempercepat pertumbuhan akar tanaman.

8. Deep Flow Technique (DFT)

Deep Flow Technique (DFT) adalah metode hidroponik yang menempatkan akar tanaman dalam larutan nutrisi kurang lebih 4-6 cm. Metode ini dapat digunakan baik secara vertikal maupun horizontal. 

Sistem ini mensirkulasikan pembangkit listrik tertutup 24 jam sehari. Tanaman yang cocok untuk metode ini adalah tomat, brokoli, bayam, kubis, stroberi, popcorn, dan bawang. 

Keuntungan dari metode ini adalah:

  • Jika listrik padam, sistem tanaman masih dapat menerima pasokan nutrisi kedalaman akar
  • Tanaman tidak mudah kering

Namun, salah satu kelemahan menggunakan metode ini adalah memerlukan pemeriksaan rutin, karena akarnya lebih mudah membusuk.

9. Sistem Pemupukan

Pemupukan berarti pemupukan - penyiraman. Dengan cara ini, pemupukan dan pemberian makan dilakukan secara bersamaan. Metode ini cocok untuk tomat, melon, mentimun, dan paprika. Media budidaya yang digunakan dalam metode ini adalah sekam, cocopeat, batu, mutiara, zeolit.

Untuk penetrasi pada umumnya petani akan menggunakan kulit kayu atau wol, karena harganya relatif terjangkau. Dengan cara ini pemberian pakan diberikan sekitar 3-6 kali sehari, masing-masing pemberian pakan selama 5-10 menit.

Keuntungan dari metode ini adalah generator tidak tergantung pada listrik. Namun kekurangan dari cara ini adalah modal awal yang sangat mahal, bahkan pemula pun tidak bisa menggunakannya. Pada umumnya cara ini hanya bisa digunakan oleh orang yang sudah berpengalaman dalam berkultivasi.

10. Sistem Bioponik

Bioponik Hidroponik adalah metode hibrida yang menggabungkan sistem hidroponik dan pertanian organik. Metode ini mencoba menggabungkan dua keunggulan metode hidroponik bertani organik. Metode ini mudah digunakan di rumah. 

Pada umumnya bahan yang dibutuhkan juga lebih murah, karena hanya menggunakan botol bekas, terutama tanah sebagai bahan tanam nutrisi, yang diletakkan di bawah tanaman langsung pada akar tanaman. 

Beberapa keuntungan menggunakan metode bio-agriculture hidroponik adalah:

  • Bersih lingkungan karena tidak menggunakan pestisida dan pupuk anorganik
  • Biaya produksi lebih efisien
  • Cara ini lebih efektif daripada cara hidroponik lainnya

Kesimpulan dari kami untuk cara bercocok tanam hidroponik adalah, "Dengan metode hidroponik, Anda dapat menggunakan halaman rumah yang sempit untuk menanam sayuran/buah/bunga sesuai dengan keinginan Anda".

Posting Komentar untuk "Cara Bercocok Tanam Hidroponik - Bagian 2"