Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

VTube Is Back!!! Vtube Dapat Kucuran Dana Sebesar 3 Triliun

VTube is back!!! Vtube dapat kucuran dana sebesar 3 Triliun. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan khususnya member Vtube dan umumnya untuk masyarakat luas.

Setelah menyelesaikan komitmennya, aplikasi social advertising Vtube yang telah dimasukkan dan dimoderatori oleh Satgas Waspada Investasi ini akan tampil semakin bertenaga setelah mendapat "nafas buatan" dari investor senilai Rp 3 triliun.

Joe Anwar, investor yang tertarik dengan proposal VTube, mengaku tertarik untuk berinvestasi di bisnis digital ini karena manajemen setuju untuk melakukan investasi seperti yang diharapkan. VTube juga sangat luas di fase sebelumnya, mencapai sekitar 17 juta pengguna.

VTube Is Back!!! Vtube Dapat Kucuran Dana Sebesar 3 Triliun

Vtube
Joe Anwar
"Nilai investasi di VTube, jumlah total yang diajukan kepada kami adalah Rp 3 triliun. Mengapa dan bagaimana, silakan hubungi manajemen VTube. Tentu saja, ini untuk memastikan poin pembiayaan pengembangan bisnis seperti yang diselenggarakan sebelumnya. 

Kami hanya sebagai pendukung untuk masing-masing. perusahaan atau Perusahaan, BUMN atau pelaku niaga lainnya yang berbadan hukum, untuk menjalankan usahanya dengan dukungan dana dari kami.”

Dijelaskannya, VTube merupakan aplikasi yang disediakan atau dilaksanakan oleh perusahaan swasta murni yang akan didanai menggunakan skema Beneficial Ownership dengan prinsip investasi dan bukan pinjaman atau pinjaman. 

Vtube nantinya akan menjadi produk murni yang dibiayai secara pribadi, yang langsung menyentuh pengguna atau langsung menyentuh publik/individu.

Menurutnya, VTube merupakan perusahaan swasta pertama yang akan menerapkan sistem Beneficial Ownership ini dalam bisnis investasi guna memajukan perekonomian bangsa dan negara.

Mengapa kita menggunakan properti yang bermanfaat. Sistem Beneficial Ownership sebenarnya sudah ada sejak 2014 saat pertemuan puncak Kelompok Dua Puluh (G20) di Brisbane, Australia. Pada setiap pertemuan G20, hal ini dibahas, dikonsep dan difinalisasi untuk dicapai pada tahun 2018, yang di Indonesia ditandai dengan dikeluarkannya Keppres. 

Di seluruh dunia, anggota G20 juga melakukan hal yang sama dengan isi Keppres dengan nomor dan tahun yang sama, tetapi tentu saja dalam bahasa mereka sendiri.

Karena organisasi ini merupakan tanda kesepakatan internasional untuk bekerja sama sebagai forum antar pemerintah yang secara sistematis menyatukan kekuatan ekonomi maju dan maju untuk membahas dan mengimplementasikan isu-isu penting bagi ekonomi global dengan berkoordinasi dengan Bank Dunia.

Jadi momentum ini adalah awal dari guru pertama yang diterapkan di seluruh dunia dimulai dari Indonesia. Kami berdua mendukung, VTubers juga mendukung bahwa presiden kami adalah yang terdepan dalam menerapkan penggunaan skema yang didukung Bank Dunia ini.

Melalui ini, bisnis investasi VTube dapat menjangkau semua lapisan masyarakat. Skema pembiayaan ini menggunakan sistem Beneficial Ownership berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018, hal ini memungkinkan penjaminan investasi beroperasi sesuka hati. Dengan sistem ini, APU PPT juga akan dijamin sesuai Peraturan OJK RI No. 23/POJK.01/2019.

Pertanyaannya mengapa ada sistem presidensial ini? Diantaranya, untuk melindungi dari masalah seperti pencucian uang dan pendanaan teroris. Banyak instrumen atau aliran keuangan dengan atau tanpa persetujuan mengandung unsur-unsur ini. Namun, ketika skema ini diterapkan, tidak ada dua hal ini.

Sistem Beneficial Ownership sendiri merupakan sistem investasi global yang diterapkan oleh bank dan perusahaan di seluruh dunia. Dengan sistem Beneficial Ownership, ekspektasi pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme dapat dikurangi.

Skema investasi ini dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh perusahaan swasta dan perusahaan lain. Dengan skema investasi ini, pihak pengelola proses bisnis tidak otomatis memikirkan pembayaran utang. 

Pasalnya, faktor utang, kita pasti paham yang namanya bunga/bunga pinjaman. Ketika pelaku komersial menganggap bunga sebagai beban, margin diambil secara otomatis.

Dampaknya, selain pengaruh modal dasar pengurus, juga margin bunga. Nantinya akan dibebankan kepada masyarakat jika berupa pinjaman. “Inilah sebabnya kami datang dengan skema investasi,” jelas Anwar.

Mengapa skema investasi, sehingga manajemen tidak disibukkan dengan memikirkan pengembalian modal. "Agar teman-teman bisa mendistribusikan dengan baik, cepat berkembang, dan mohon jangan digunakan untuk kepentingan pribadi operator. Ini harapan satu-satunya bagi investor," jelas Joe Anwar.

Ia menambahkan, uang ini diharapkan kedepannya dapat dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan yang menjalankan aplikasi digital VTube, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. 

Kemudian, tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapan lainnya adalah VTube menjadi pionir di luar negeri dan menawarkan manfaat yang sama di luar negeri.

Sekarang, Joe Anwar, Anda sudah memasuki tahap akhir koordinasi dengan perbankan agar bisa segera tercapai, karena termasuk sistem peringkat dalam struktur pembiayaan yang tentu saja akan melibatkan bank secara langsung. 

Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang berkelanjutan tentang kerjasama antara pemilik dana dengan bank yang bersangkutan. Secara spesifik, VTube memilih masuk ke bank-bank top Indonesia, antara lain BCA, Mandiri, BNI, dan BRI.

“Sebetulnya ini momen akhir tahun. Seharusnya sudah dilaksanakan dan kita menjadi pionir karena skema ini baru pertama kali kita laksanakan. Jadi, mari kita dukung, kita dukung kegiatan proposal pendanaan ini, agar pemerintah juga dalam penerapan sistem ini tidak hanya di digital tetapi juga di sektor lain, sampai siklus ekonomi lancar dan maju, maka kita tidak lagi berhutang.”

Posting Komentar untuk "VTube Is Back!!! Vtube Dapat Kucuran Dana Sebesar 3 Triliun"